Mengenang Raden Saleh

"Karya karyanya, sebagai seorang tokoh humanis, yang gemar ilmu pengetahuan, juga kolektor benda benda seni, dan seorang nasionalis"

Kiat Menulis Esai

Sudah mengirim naskahmu untuk kompetisi esai mengenang Raden Saleh? atau masih berusaha menyusun naskah sesuai tema?

Untuk memberi sedikit pencerahan, kami akan memberi sedikit kiat yang diambil dari berbagai sumber untuk membantumu mulai menulis, disimak ya!

1. Definisikan tema

Sebelum mulai menulis, pastikan untuk mengerti tema yang diberikan, lakukan pendalaman kemudian buatlah pertanyaan untuk mendefinisikan tema. Pastikan untuk memahami maksud dari pertanyaan dengan baik. Identifikasi kata-kata kunci  yang terkandung di dalam pertanyaan tersebut, lalu analisis apa kira-kira jawaban yang diinginkan oleh maksud pertanyaan tersebut.

2. Lakukan penelitian

Jika bisa, mulailah membaca untuk keperluan esai 4 sampai 5 minggu sebelum waktu pengumpulan. Ini akan
memberikan waktu yang cukup untuk mempelajari topik sekaligus mengembangkan argumen. Ingatlah
untuk membaca sesuai kebutuhan, tanya diri sendiri :
”Apakah bacaan ini bermanfaat bagi topik atau argumen saya?”
”Apakah ini dapat mendukung jawaban saya?”
”Apakah saya harus membaca hal-hal lainnya agar dapat menjawab pertanyaan dari esai?”

3. Mencatat

• Usahakan untuk mencatat seluruh referensi dari buku yang Kamu baca. Sertakan nama
pengarang, tanggal, judul, penerbit serta tempat penerbitan. Untuk artikel jurnal, sertakan volume dan
nomor terbit. Fotokopi bagian-bagian bacaan teks yang bermanfaat.
• Ketika sedang mencatat, perhatikan perbedaan antara merangkum dan memfrase ulang.

Memfrase ulang dan merangkum dapat berguna sebagai alternatif dalam menggunakan kutipan-kutipan langsung.

Memfrase ulang mengulang bagian paling banyak dari sebuah bacaan, dimana rangkuman hanya berisi poin-poin
utama. Dalam kedua hal, bagaimanapun, Kamu harus mereferensikan informasi tersebut ke pengarang
aslinya untuk mencegah dugaan plagiarisme.

4. Menyusun Ide dan Menulis Esai 

Yang terpenting dalam tahap ini adalah untuk memulai menyusun catatan ke dalam suatu bentuk jawaban.
Putuskan informasi mana yang akan digunakan. Kaji catatanmu dan sertakan contoh-contoh yang dapat
mendukung atau memperkuat jawabanmu. Tentukan poin mana yang akan dibahas terlebih dahulu dan
selanjutnya. Buatlah kerangka tulisan untuk melihat apakah sttuktur dari esai sudah sesuai.

Susunlah esai dalam cara yang paling efektif untuk mengkomunikasikan ide dan jawaban-jawabanmu.
Seluruh esai sebaiknya menyertakan struktur sebagai berikut :

Pendahuluan
Pendahuluan adalah bagian dimana kamu menjawab pertanyaan dan menyediakan rangkuman dari isi
argumenmu. Ceritakan kepada pembaca apa argumenmu dan kenapa Kamu yakin bahwa itu
adalah jawaban yang tepat. Buatlah pendahuluan singkat dan padat, tapi jangan lupa menampilkan
semua idemu di dalamnya.

Isi
Isi adalah bagian dimana Kamu menjawab pertanyaan dengan cara mengembangkan argumen-argumenmu selanjutnya. Disini Kamu dapat mengeluarkan seluruh pengetahuan dan informasi yang Kamu miliki. Gunakan contoh-contoh yang relevan serta kutipan-kutipan untuk
mendukung argumen. Sangat penting untuk menyusun struktur isi sebaik mungkin.
Jika pertanyaan yang ada terdiri dari beberapa bagian, Kamu akan perlu membuat susunan isi yang
berkaitan dengan setiap bagian dari pertanyaan tersebut.

Kesimpulan
Kesimpulan harus merujuk pada bagian pendahuluan serta menunjukkan bahwa kamu telah menjawab
pertanyaan yang ada. Sambungkan kembali dengan argumen-argumenmu dan kaitkan jawabanmu ke
pertanyaannya. Jangan pernah menampilkan informasi baru dalam kesimpulanmu. Jika menemukan informasi baru, tanyalah pada diri sendiri dimana Kamu bisa memasukkan informasi baru tersebut ke bagian isi.

5. Memperbaiki Esai 
Sebuah esai yang baik biasanya merupakan hasil dari menulis dan menulis kembali. Jika punya waktu, merupakan ide bagus untuk meninggalkan naskah yang sudah selesai selama beberapa hari untuk kembali memperbaikinya. Ini akan memberikanmu cukup waktu untuk melihat sudut pandangmu pada apa yang telah Kamu tulis untuk kemudian dipikirkan kembali.

Karena esai adalah bentuk tulisan subyektif yang menyatakan pikiran dan perasaan si penulis, penting juga untuk menulis mengenai ketertarikan Kamu pada tema ini atau bagaimana kamu merasa terhubung dengan tema ini pada salah satu bagian dalam naskahmu. Demikianlah sedikit kiat menulis esai dari kami, semoga membantu. Selamat menulis!

If there’s a book you really want to read, but it hasn’t been written yet, then you must write it.  ~Toni Morrison~

Single Post Navigation

One thought on “Kiat Menulis Esai

  1. Reblogged this on ameooo and commented:
    sooo useful :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: